Laman

i luv star

i luv star
my star

Jumat, 13 Agustus 2010

ramadhanku

Ramadhan adalah bulan yang ditunggu-tunggu oleh kaum muslimin. Bulan ini banyak disebut dengan bulan penuh berkah karena pahala ibadah yang kita lakukan akan dilipatgandakan. Namun bukan berarti bahwa perbuatan buruk yang kita lakukan pun juga akan dilipatgandakan. Lihat saja, bulan ini banyak dimanfaatkan oleh orang-orang yang mungkin keluarga masjid untuk meminta sumbangan diperempatan jalan karena sudah pasti banyak yang memberikan sumbangan. Ini sudah membuktikan bahwa umat muslim masih banyak yang melakukan kebaikan hanya pada bulan ramadhan. Penggeledahan tempat-tempat seperti bar dan sejenisnya saja kebanyakan dilakukan pada saat akan memasuki bulan ini. Iklan-iklan dan sinetron di TV pun mengkondisikan artisya dengan jilbab, kerudung atau hanya dengan sejenis kain sari sebagai sarat. Berbohong, menggunjing, gosip juga telah dikurangi. Padahal pada bulan-bulan lain perbuatan itu masih banyak dilakukan. Yang perlu diketahui adalah ramadhan tidak memerlukan pensucian-pensucian tersebut. Ramadhan hanya perlu pelaksanaan yang ikhlas, penuh kesadaran dan mengharap keridloan dari Allah SWT.
Allah telah memerintahkan orang-orang beriman untuk menunaikan ibadah puasa pada bulan ini, pada QS. Al-Baqarah : 183 berikut,
“ wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”.
Dari ayat ini sudah jelas bahwa berpuasa pada bulan ramadhan adalah wajib dilakukan. Allah memerintahkan umat-Nya untuk menjalankan ibadah dengan penuh kepatuhan, keikhlasan, mengharap keridloan dari-Nya dan hanya ditujukan untuk-Nya. Hingga sekarang tidak sedikit umat muslim yang mengabaikan ayat ini. Mereka tidak mungkin tidak tahu tentang ayat ini karena ayat ini sudah banyak disiarkan dalam iklan-iklan produk di televisi dan radio. Tidak sedikit warung makan yang berjualan, namun merekapun tidak bisa disalahkan. Mungkin saja mereka menyediakan makanan untuk wanita dan orang tua yang berat untuk melakukan puasa.
Perang Badar dan perang Tabuk dilakukan Rasulullah dan para shahabat pada saat ramadhan. Kaum muslimin pada waktu itu lebih bersemangat ketika tiba saat ramadhan. Dan semua perang tersebut telah mendapat kemenangan. Jadi tidak sepatutnya kita lebih menonjolkan kekurangan pada saat menjalankan puasa ramadhan.
Dan bagi umat muslim yang berat untuk melakukan puasa diperintahkan untuk membayar fidyah, pada QS. Al-Baqarah : 184
“.........dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah,(yaitu) memberi makan kepada fakir miskin........”
Orang-orang yang berat menjalankan tersebut adalah orang tua yang tidak mampu untuk berpuasa, wanita hamil, dan menyusui. Bagi orang yang sakit wajib mengganti puasanya pada hari lain.
Hukuman bagi orang-orang yang mengingkari/tidak menjalankan perintah Allah pun juga terdapat pada QS. An-Nisaa’ : 150-151
“sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan Rasul-rasul-nya, dan bermaksud memperbedakan antara (keimanan kepada) Allah dan Rasul-rasul-nya, dengan mengatakan,”Kami beriman kepada yang sebagian dan kami kafir terhadap sebagian (yang lain)”, serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil (jalan tengah) diantara yang demikian (iman atau kafir), merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu siksaan yang pedih”.
Umat muslim yang menjalankan sebagian perintah Allah dan mengingkari sebagian yang lain adalah orang yang kafir sebenar-benarnya. Begitu tegas disebutkan dalam ayat tersebut. Tak ada sedikitpun toleransi bagi siapa yang mengingkari sebagian dan menjalankan sebagian perintah Allah.
Bagi umat muslim yang melaksanakan perintah Allah, pada QS. Ath-Thalaq : 2
“........barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar”.
Allah akan mengadakan pertolongan kepada umat-Nya yang bertakwa kepada-Nya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar