Senin, 22 Maret 2010
Daur Ulang Limbah Pasta Gigi
Oknsumen akan membeli produk dari produsen (industri). Sehingga konsumen akan mendapatkan produk pasta gigi dari industry (produsen), dan produsen akan mendapatkan uang hasil penjualan dari konsumen.
Kegiatan tersebut aklan mengakibatkan pertumbuhan ekonomi semakin meningkat. Dengan meningkatnya petumbuhan ekonomi maka permintaan akan pasta gigi akan meningkat pula. Dilanjutkan dengan meningkatnya permintaan barang dan jasa oleh industry. Hal ini aka menyebabkan semakin menipisnya SDA dan menumpuknya aluminium foil bekas kemasan pasta gigi akan menyebabkan pencemaran lingkungan.
Untuk mengantisipasi pencemaran tersebut maka limbah aluminium foil dapat diolah menjadi barang kerajinan. Setelah melalui olah kreasi limbah alumunium foil yang berasal dari bekas kemasan makanan atau minuman ringan, tube pasta gigi, pestisida dan sejenisnya ini memiliki added value yang sangat besar. Keuntungan bisnis tersebut data mencapai titik maksimum. Jika dilihat dari dimensi sosialnya, usaha tersebut dapat membuka lapangan kerja baru bagi para ibu rumah tangga, dan orang-orang lansia. Dari sisi lingkungan, dengan adanya bisnis ini kemasan-kemasan makanan dan minuman ringan, kemasan pasta gigi, pestisida, susu dan lain sebagainya tidak akan berserakan lagi.
Minggu, 21 Maret 2010
pecinta alam apaan sih???
Kenapa ya saat seseorang Tanya “ikut ekstrakurikuler apa?” dan kita menjawab “PA atau pecinta alam” pertanyaan selanjutnya yang dilontarkan balik kepada kita adalah “udah muncak kemana aja?”. Muncak sepertinya sudah menjadi prioritas utama dari seorang pecinta alam. Dan kalau belum pernah muncak, bukan pecinta alam namanya. Saya rasa 95% anggota pecinta alam sudah pernah muncak. Paling nggak bromo atau gunung sekitar. Padahal jika dilihat dari namanya prioritas utama pecinta alam adalah mencintai seluruh alam atau makhluk di muka bumi dan diawali dari menjaga lingkungan sekitar. Kalo lingkungan di dekatnya saja belum terjaga bagaimana akan merawat lingkungan luas?
Pada kenyataannya banyak pecinta alam yang mendaki hanya sekedar untuk refreshing atau bersenang-senang saja. Kalo refreshing niatnya, kenapa tidak pergi kesawah saja. Sama kan? Duduk dibawah pohon pisang beralaskan semak belukar. Apalagi sambil mengusir burung pemakan padi sawah. Bukankah itu jauh bermanfaat. Bahkan jauh lebih praktis, ekonomis, and gelis tentunya. Beberapa orang pasti menilai pemikiranku ini sungguh jadul, tapi apa salahnya dicoba.
Tidak sedikit pula yang malah membuang sampah di gunung atau hutan. Dan yang lebih berbahaya lagi adalah putung rokok yang dibuang di alam. Alam bukanlah tempat sampah yang berukuran super jumbo atau TPA yang setiap saat digunakan sebagai tadah sampah. Ada juga yang melukai pohon dan batu dengan tulisan-tulisan tak penting. Jika itu yang mereka lakukan, yang jadi pertanyaan adalah “apakah mereka pantas disebut sebagai pecinta alam?”.
Menurut saya pecinta alam adalah mereka yang mau melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk alam, berinovasi untuk kepentingan alam. Tukang sampah jauh lebih pantas disebut dengan pecinta alam.