Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS. Al Hujarat : 13)
Ayat itulah yang mendasari bahwa dalam agama Islam tidak ada permusuhan antar suatu ikatan. Jika anda masih ingat sejarah suku aborigin yang dibunuh oleh para pendatang dari luar, itu adalah salah satu akibat yang ditimbulkan saat ayat tersebut diabaikan. Suku aborigin adalah suku asli di Australlia namun keturunan dan keberadaan suku tersebut sangat sedikit. Hal itu dikarenakan pendatang berkulit putih telah menumpas habis mereka dan hanya menyisakan segelincir orang dari suku tersebut. Pendatang membunuh merka karena suku pendatang ingin berkuasa dan hanya menonjolkan kelebihannya. Suku pendatang tidak mau melihat kelebihan bahkan membenci suku lain. Tidak menumpas habis suku aborigin karena suku pendatang hanya ingin memperlihatkan suku aborigin sebagai sejarah, yaitu suku asli Australia.
Sebelum Rasulullah hijrah ke Madinah masyarakat Mainah juga saling menonjolkan suku masing-masing, namun setelah Rasulullah hijrah ke Madinah Rasulullah menanamkan akhidah Islam salah satunya adalah tidak membedakan manusia atas dasar Ashobiyah. Atas ajaran yang dibawakan oleh Rasulullah tersebut masyarakat Madinah menjadi suatu masyarakat yang saling menghormati antar saudara seagama dan tidak pulaa saling menonjolkan kelebihan dari masing-masing suku.
Ashobiyah adalah ikatan-ikatan yang dilandaskan atas ikatan nasionalisme, patriotisme, chauvinisme, sukuisme, patriotisme(rela berjuang hingga titik darah penghabisan demi suatu daerah atau wilayah entah dengan siapapun dia berperang). Jika kita berpegang teguh pada ashobiyah maka itu artinya kita tidak menerima ayat Allah diatas dan tidak akan didapatkan kehidupan yang harmonis antar daerah. Sifat patriotisme mau berperang dngan sesama muslim sedangkan semua muslim itu saudara. Padahal perang antar saudara itu sangat tidak diperbolehkan. Tertulis pada QS. At-Taubah (9): 23-24 yang berbunyi:
“hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan bapak-bapak dan saudara-saudaramu oemempin-pemimpinmu, jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka pemimpin-pemimpinmu, maka mereka itulah orang yang zalim. Katakanlah, “jika bapak-bapak, anak-anak,- saudara-saudara, istri-istri kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari pada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya,” dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang pasik.”
Dan QS Al-Hujurat (49): 10 yang berbunyi:
“sesungguhnya orang-orang Mukmin adlah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat”
Di ayat tersebut telah dijelaskan bahwa Allah sangat membenci seseorang yang lebih mencintai sesuatu yang telah Allah berikan kepadanya dari pada rasa cintanya kepada Allah termasuk seseorang yang menyombongkan diri atas kelebihan yang Allah berikan kepadanya. Betapa tidak bolehnya kita bersaudara atas dasar ikatan tadi, manusia yang hidup berras-ras dan menonjolkan diri atas ras mereka. Apa jadinya jika semua ras saling menonjolkan rasnya. Yang akan terjadi adalah peperangan, permusuhan, dan saling menjatuhkan.
Tidak seharusnya kita bersaudara atas dasar ras, suku, ataupun daerah. Yang harus dilakukan adalah menjalin persaudaraan atas dasar akhidah Islam. Jadikan Islam sebagai agama persatuan. Dan yang hanya dapat dibedakan adalah Islam dan Kafir.