Konsep manajemen muncul sebagai konsekuensi logis dari tidak
seimbangnya pengembangan teknis dengan kemampuan sosial. Istilah manajemen
dikemukakan oleh berbagai
ahli dari sudut pandang yang berbeda, sesuai dengan latar belakang yang mereka
miliki. Beberapa definisi yang digunakan oleh para ahli adalah sebagai berikut
(Arifin dan Wagiana, 2007):
a.
James A. F. Stoner, mendefinisikan manajemen
sebagai proses merencanakan, mengorganisasikan, memimpin, dan mengendalikan
pekerjaan anggota organisasi serta menggunakan semua sumber daya untuk mencapai
tujuan yang telah ditetapkan.
b.
Paul Hersey dan Kenneth Blanchard,
mendefinisikan manajemen sebagai suatu usaha yang dilakukan dengan dan bersama individu
atau kelompok untuk mencapai tujuan organisasi.
c.
Siswanto, memberi batasan manajemen sebagai
seni dan ilmu dalam perencanaan, pengorganisasian, pengarahan,
pemotivasian, dan pengendalian terhadap orang serta mekanisme kerja untuk
mencapai tujuan.
d.
Arifin
dan Wagiana mendefinisikan manajemen sebagai suatu keahlian atau teknik untuk merencanakan,
mengorganisasikan, mengarahkan, dan mengawasi penggunaan sumber daya secara
efektif dan efisien dalam rangka mencapai tujuan. Efektif, artinya harus
melaksanakan sesuatu dengan tepat (doing
the right thing) atau menyelesaikan
aktivitasnya untuk mencapai tujuan dari manajemen organisasi itu sendiri.
Efisien, artinya melakukan sesuatu dengan tepat (doing thing right) atau memfokuskan pekerjaannya dalam upaya untuk
meminimalisasikan biaya
sumber daya yang digunakan dengan penuh tanggung jawab.
Berdasarkan pengertian manajemen
yang telah dikemukakan sebelumnya, manajemen memiliki fungsi-fungsi sebagai
berikut:
1.
Memimpin (leading)
Memimpin adalah pekerjaan yang
dilakukan oleh seorang manajer agar orang-orang lain bertindak. Memimpin
bukanlah proyeksi dari sifat pribadi, melainkan merupakan suatu jenis pekerjaan
khusus yang terdiri dari keahlian yang dapat dikelompokkan ke dalam golongan
yang sama sehingga menuntut dirinya sebagai seorang generalist. Fungsi leading ini
terdiri dari beberapa kegiatan, yaitu mengambil keputusan, mengadakan
komunikasi, memberikan motivasi, memilih orang-orang, dan mengembangkan orang-orang (Herujito, 2001).
2.
Perencanaan (planning)
Perencanaan merupakan fungsi
terpenting dalam manajemen. Perencanaan dIKerlukan untuk membawa perusahaan ke
sasaran atau tujuan yang ingin dicapainya dimasa yang akan datang. Perencanaan yang baik akan
memberikan beberapa keuntungan, seperti mengidentifikasi peluang masa depan,
mengantisIKasi dan menghindari permasalahan dimasa depan, dan mengembangkan
rangkaian langkah
strategik dan taktik. Perencanaan merupakan penetapan sasaran bagi kinerja
organisasi dimasa mendatang dan memutuskan upaya-upaya yang perlu dilakukan
untuk mencapainya (Fuad et al., 2000).
3.
Pengorganisasian (organizing)
Pengorganisasian adalah mengumpulkan
dan mengoordinasikan manusia, keuangan, hal-hal fisik, hal yang bersifat
informasi, dan sumberdaya lainnya yang dIKerlukan untuk mencapai tujuan
organisasi. Aktivitas-sktivitas pengorganisasian termasuk menarik orang-orang
ke dalam perusahaan, menentukan tanggung jawab pekerjaan, mengelompokkan pekerjaan-pekerjaan
ke dalam unit kerja, menyusun dan mengalokasikan sumber-sumber daya, serta mencIKtakan
kondisi-kondisi yang memungkinkan orang-orang dan hal-hal lainnya bekerjasama untuk
mencapai kesuksesan maksimum (Bateman dan Snell, 2008).
4.
Pengawasan (controlling)
Pengawasan merupakan fungsi penting
pada suatu orgasisasi. Pengawasan bukan keinginan untuk mencari-cari alasan.
Pengawasan merupakan tugas untuk membenarkan kesalahan yang terjadi demi
tercapainya tujuan organisasi. Henry Fayol memberikan definisi pengawasan
sebagai tindakan meneliti apakah segala sesuatunya telah tercapai atau berjalan
sesuai rencana yang telah ditetapkan. Tujuan dari pengawasan adalah memastikan
pekerjaan sesuai dengan rencana, mencegah adanya kesalahan, mencIKtakan kondisi
agar karyawan bertanggung jawab dalam melaksanakan pekerjaan, mengadakan
koreksi terhadap kegagalan yang timbul, dan memberi jalan keluar atas suatu
kesalahan (Herujito, 2001).
Menurut
Arifin dan Wagiana (2007), unsur-unsur manajemen terdiri atas manusia, mekanisme
kerja, dan tujuan. Manusia adalah mereka yang telah memenuhi syarat tertentu
dan telah menjadi unsur yang tidak terpisahkan dari organisasi atau badan usaha
tempat ia bekerja. Mekanisme kerja adalah tata cara dan tahapan yang harus
dilalui orang yang mengadakan kegiatan bersama untuk mencapai tujuan. Tujuan
manajemen, yaitu memberi kemudahan kepada pencapaian produktivitas organisasi
dengan cara mengurangi ketidakpastian dalam mewujudkan berbagai aktivitas
organisasi yang berbeda. Hal tersebut akan dicapai dengan membuat rencana bagi
setiap kegiatan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar