Laman

i luv star

i luv star
my star

Selasa, 11 Februari 2014

Konsep Manajemen

Konsep manajemen muncul sebagai konsekuensi logis dari tidak seimbangnya pengembangan teknis dengan kemampuan sosial. Istilah manajemen dikemukakan oleh berbagai ahli dari sudut pandang yang berbeda, sesuai dengan latar belakang yang mereka miliki. Beberapa definisi yang digunakan oleh para ahli adalah sebagai berikut (Arifin dan Wagiana, 2007):
a.    James A. F. Stoner, mendefinisikan manajemen sebagai proses merencanakan, mengorganisasikan, memimpin, dan mengendalikan pekerjaan anggota organisasi serta menggunakan semua sumber daya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
b.   Paul Hersey dan Kenneth Blanchard, mendefinisikan manajemen sebagai suatu usaha yang dilakukan dengan dan bersama individu atau kelompok untuk mencapai tujuan organisasi.
c.    Siswanto, memberi batasan manajemen sebagai seni dan ilmu dalam perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pemotivasian, dan pengendalian terhadap orang serta mekanisme kerja untuk mencapai tujuan.
d.    Arifin dan Wagiana mendefinisikan manajemen sebagai suatu  keahlian atau teknik untuk merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, dan mengawasi penggunaan sumber daya secara efektif dan efisien dalam rangka mencapai tujuan. Efektif, artinya harus melaksanakan sesuatu dengan tepat (doing the right  thing) atau menyelesaikan aktivitasnya untuk mencapai tujuan dari manajemen organisasi itu sendiri. Efisien, artinya melakukan sesuatu dengan tepat (doing thing right) atau memfokuskan pekerjaannya dalam upaya untuk meminimalisasikan biaya sumber daya yang digunakan dengan penuh tanggung jawab.
Berdasarkan pengertian manajemen yang telah dikemukakan sebelumnya, manajemen memiliki fungsi-fungsi sebagai berikut:
1.   Memimpin (leading)
Memimpin adalah pekerjaan yang dilakukan oleh seorang manajer agar orang-orang lain bertindak. Memimpin bukanlah proyeksi dari sifat pribadi, melainkan merupakan suatu jenis pekerjaan khusus yang terdiri dari keahlian yang dapat dikelompokkan ke dalam golongan yang sama sehingga menuntut dirinya sebagai seorang generalist. Fungsi leading ini terdiri dari beberapa kegiatan, yaitu mengambil keputusan, mengadakan komunikasi, memberikan motivasi, memilih orang-orang, dan mengembangkan orang-orang (Herujito, 2001).
2.   Perencanaan (planning)
Perencanaan merupakan fungsi terpenting dalam manajemen. Perencanaan dIKerlukan untuk membawa perusahaan ke sasaran atau tujuan yang ingin dicapainya dimasa yang akan datang. Perencanaan yang baik akan memberikan beberapa keuntungan, seperti mengidentifikasi peluang masa depan, mengantisIKasi dan menghindari permasalahan dimasa depan, dan mengembangkan rangkaian langkah strategik dan taktik. Perencanaan merupakan penetapan sasaran bagi kinerja organisasi dimasa mendatang dan memutuskan upaya-upaya yang perlu dilakukan untuk mencapainya (Fuad et al., 2000).
3.   Pengorganisasian (organizing)
Pengorganisasian adalah mengumpulkan dan mengoordinasikan manusia, keuangan, hal-hal fisik, hal yang bersifat informasi, dan sumberdaya lainnya yang dIKerlukan untuk mencapai tujuan organisasi. Aktivitas-sktivitas pengorganisasian termasuk menarik orang-orang ke dalam perusahaan, menentukan tanggung jawab pekerjaan, mengelompokkan pekerjaan-pekerjaan ke dalam unit kerja, menyusun dan mengalokasikan sumber-sumber daya, serta mencIKtakan kondisi-kondisi yang memungkinkan orang-orang dan hal-hal lainnya bekerjasama untuk mencapai kesuksesan maksimum (Bateman dan Snell, 2008).
4.   Pengawasan (controlling)
Pengawasan merupakan fungsi penting pada suatu orgasisasi. Pengawasan bukan keinginan untuk mencari-cari alasan. Pengawasan merupakan tugas untuk membenarkan kesalahan yang terjadi demi tercapainya tujuan organisasi. Henry Fayol memberikan definisi pengawasan sebagai tindakan meneliti apakah segala sesuatunya telah tercapai atau berjalan sesuai rencana yang telah ditetapkan. Tujuan dari pengawasan adalah memastikan pekerjaan sesuai dengan rencana, mencegah adanya kesalahan, mencIKtakan kondisi agar karyawan bertanggung jawab dalam melaksanakan pekerjaan, mengadakan koreksi terhadap kegagalan yang timbul, dan memberi jalan keluar atas suatu kesalahan (Herujito, 2001).
Menurut Arifin dan Wagiana (2007), unsur-unsur manajemen terdiri atas manusia, mekanisme kerja, dan tujuan. Manusia adalah mereka yang telah memenuhi syarat tertentu dan telah menjadi unsur yang tidak terpisahkan dari organisasi atau badan usaha tempat ia bekerja. Mekanisme kerja adalah tata cara dan tahapan yang harus dilalui orang yang mengadakan kegiatan bersama untuk mencapai tujuan. Tujuan manajemen, yaitu memberi kemudahan kepada pencapaian produktivitas organisasi dengan cara mengurangi ketidakpastian dalam mewujudkan berbagai aktivitas organisasi yang berbeda. Hal tersebut akan dicapai dengan membuat rencana bagi setiap kegiatan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar